MENDETEKSI KESADAHAN AIR ISI ULANG DENGAN MIKROKONTROLLER

  • Sy. Syahrorini . Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Abstract

Kesadahan air merupakan air yang mengandung kadar zat kapur tinggi. Air dikatakan sebagai air sadah apabila terdapat kandungan zat kapur sebesar 500 mg/liter sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Dengan mengkonsumsi air yang mengandung kadar kesadahan melebihi 500 mg/liter menyebabkan timbulnya penyakit salah satunya batu ginjal. Selain itu, air yang mengandung kesadahan tinggi merugikan industri, karena kadar kesadahan dalam air menyebabkan pengendapan pada kran-kran air dan sabun tidak berbusa. Persyaratan air sehat harus memenuhi persyaratan fisik, persyaratan biologis dan persyaratan kimia. Persyaratan kesehatan air bersih aman untuk dikonsumsi dan tidak menyebabkan penyakit sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak. Dengan mengimplementasi mikrokontroller untuk mendeteksi kesadahan air isi ulang, maka dapat memberikan informasi tentang kadar kesadahan air isi ulang yang layak untuk dikonsumsi. Dengan menggunakan Metal keping sebagai sensor, maka akan menghasilkan tegangan selanjutnya dikonversi menjadi Analog Digital. Hasil pengujian diperoleh bahwa air sesudah dimasak mengandung kadar kesadahan maksimum 96 ppm, sedangkan air sebelum dimasak mengandung kadar kesadahan maksimum 97 ppm. Hasil penelitian air yang sudah dimasak kadar kesadahan turun sehingga layak untuk dikonsumsi.

Kata Kunci : Mikrokontroller, Kesadahan
Published
2014-10-01
How to Cite
., S. (2014). MENDETEKSI KESADAHAN AIR ISI ULANG DENGAN MIKROKONTROLLER. Jurnal Dinamika Informatika, 6(2). Retrieved from https://unisbank.ac.id/ojs/index.php/fti2/article/view/3809
Section
Articles