Pelatihan Membangun Argumen dalam Public Speaking bagi Siswa SMAN 6 Semarang
Abstract
Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan berdebat merupakan keterampilan penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan akademik maupun sosial. Namun, banyak siswa sekolah menengah atas masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan secara logis, runtut, dan meyakinkan. Permasalahan utama yang ditemui adalah lemahnya kemampuan menyusun argumen yang berbasis data, logika, dan bukti yang kuat. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya partisipasi siswa dalam kegiatan akademik seperti presentasi, lomba debat, maupun forum diskusi yang menuntut keterampilan komunikasi efektif. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Studi Sastra Inggris Fakultas Hukum dan Bahasa Universitas Stikubank (UNISBANK) mengusulkan kegiatan “Pelatihan Membangun Argumen dalam Public Speaking dan Debat bagi siswa SMAN 6 Semarang”. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teoretis sekaligus keterampilan praktis dalam membangun argumen yang sistematis. Materi utama meliputi: pengertian public speaking dan debat, proses komunikasi, pentingnya rhetorical situation, konsep dasar argumen, serta pengenalan dan praktik model argumentasi Toulmin. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, dan latihan praktik. Pada tahap awal, peserta akan dikenalkan dengan teori dasar public speaking dan debat. Selanjutnya, peserta berlatih membangun argumen sederhana menggunakan model Toulmin (claim, evidence, warrant, reservation). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan latihan argumentasi konvergen, di mana siswa menyusun argumen menggunakan lebih dari satu bukti pendukung. Pada tahap akhir, peserta akan melakukan simulasi debat atau presentasi publik untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh. Target luaran dari kegiatan ini adalah: (1) Peningkatan pengetahuan siswa mengenai dasar-dasar argumentasi, public speaking, dan debat. (2) Peningkatan keterampilan praktis siswa dalam menyusun dan menyampaikan argumen yang logis, meyakinkan, dan berbasis bukti. (3) Terciptanya modul pelatihan sebagai panduan belajar siswa dan guru dalam pengembangan keterampilan argumentasi.(4) Publikasi artikel pengabdian pada jurnal atau media daring sebagai bentuk diseminasi kegiatan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan siswa SMAN 6 Semarang mampu meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan komunikasi publik. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat dalam konteks akademik, tetapi juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja yang menuntut kemampuan komunikasi efektif.
Kata Kunci: Public Speaking, Debat, Argumentasi, Pelatihan, Siswa SMA




